Teknologi Skubek ...

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Teknologi Skubek ...

Post by toananto on Sun 26 Apr - 19:29:07

Kontoversi Klep Lebar
2009-04-24 18:15:06

Pemakaian klep lebar di skubek masih kontroversi. Katanya kurang cocok. Hanya bagus untuk mengail putaran atas. Sementara, skubek bertransmisi CVT butuh power dan torsi gasingan bawah, supaya kilat melesat.

Untuk itu, butuh pembuktian masuk akal. Sebagai bahan percobaan dijajal di Yamaha Mio bore up 125 cc. Sekaligus untuk mengukur tenaga atau power skubek kelas 125 cc di balap matik. Minggu lalu diterangkan kelas ini boleh diikuti semua merek.

Mendongkrak Mio jadi 125 cc ada beberapa pilihan seher alias piston. Misal seperti dilakukan Mariasan Kocek dari JP Racing. Dia pakai piston punya Kymco diameter 52 mm. Pin piston 15 mm, sehingga cocok di Mio.

Pilihan lain bisa pakai punya Jupiter-Z Izumi khusus balap. “Diameternya 52 mm tapi diameter pin piston 15 mm. Harus dibuatkan bos supaya pas,” jelas Chandra Sopandi, tukang bubut dari Master Tjendana di Jl. Pagarsih, No. 146, Bandung.

Hitungannya menggunakan piston 52 mm dan stroke atau langkah piston 57,9 mm. “Maka kapasitas silinder jadi 122,9 cc,” ucap Suar, instruktur dynotest yang sedang riset knalpot AHRS untuk balap skubek kelas 125 cc.

Coba diukur pakai dynotest. Masih menggunakan klep standar, kem Kawahara dan knalpot AHRS. “Tenaga mesin mencapai 7,84 dk pada 7.300 rpm,” jelas Suar yang juga coba beberapa leher knalpot.

Setelah itu coba Mio 125 pakai klep lebar. Sesuai regulasi, klep isap maksimal 26 mm. Dipilih klep punya Suzuki Shogun 110 atau 125 yang diameter payung katup isapnya 26 mm dan klep buang 22 mm.

Menggunakan kem Kawahara dan knalpot AHRS. Didapat tenaga motor sampai 8,41 dk pada 8.650 rpm. Power lebih besar 0,57 dk. Berarti menggunakan klep lebar tenaga lebih besar ketimbang pakai klep standar.

Tapi menggunakan klep lebar itu, tenaga baru memuncak setelah 7.000 rpm. Pada gasingan bawah, power klep standar masih meraja. Kesimpulannya, klep lebar bagus untuk mengail tenaga di gasingan atas. Bagus untuk top-speed.

KNALPOT 23,5 MM

Sesuai regulasi Pertamax Plus BRT Indotire Matic Race and Party, ukuran klep kelas 125 cc maksimal 26 mm. Maka klep buang sekitar 22 mm. Untuk itu knalpot AHRS yang dirancang harus menyesuaikan. “Terutama pada bagian lehernya,” ucap H. Uwok Sutrisno.

Menurut Uwok, untuk sementara diameter dalam leher knalpot 23,5 mm. Lebih besar dari diameter klep buang yang hanya 22 mm. Dari teori ilmu korek di halaman 11, lubang buang besarnya 100-110 persen dari diameter payung klep buang.

Jika klep buang 22 mm, maka besar diameter leher knalpot 22-24,2 mm. Jika Uwok memilih diameter dalam leher knalpot 23,5 mm masih dirasa cukup. Tidak kelewat blong dan tidak menghalangi aliran gas bakar.


sumber : www.motorplus-online.com

toananto

Male Jumlah posting : 43
Age : 44
Lokasi : kalimalang-jaktim
Job/hobbies : nggambar
Registration date : 08.01.09

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik