COUNTER STEERING (Mekanisme Belok Sepeda Motor)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

COUNTER STEERING (Mekanisme Belok Sepeda Motor)

Post by kus on Tue 13 Jan - 15:29:54

Pada awalnya saya hanya mau cerita tentang salah satu teknik belok, yakni counter steering, tetapi kemudian saya sadari bahwa memahami prinsip atau mekanisme belok sepeda motor lebih penting daripada sekedar memahami cara atau teknik membelokan sepeda motor. Akibatnya, tulisan ini jadi lebih panjang daripada yang saya rencanakan. Kalau ada yang salah tolong koreksi ya. Here we go.

Coba bayangkan skenario ini.
Suatu malam sepulang dari kantor, Fulan seorang pengendara sepda motor yang relatif masih baru sedang asyik mengendarai motornya. Lalu lintas di jalur lambat sepi dan Fulan memacu motor sedikit lebih cepat daripada biasanya di lajur sebelah kanan jalur lambat. Jarum speedo menunjukkan angka 60 km/jam. “Hmm, enak bener nih, jalanan sepi, bisa lebih kenceng lagi nih.” kata Fulan pada dirinya. Biasanya, karena lalu lintas yang padat, kecepatan paling tinggi yang bisa dicapai sekitar 30 km/jam. Kali ini, Fulan bisa berjalan sedikit lebih cepat. Dengan mudah motornya mencapai kecepatan 70 km/jam.

Saat Fulan sedang asyik menikmati hembusan angin di wajahnya, tiba-tiba dia melihat di sebelah kanannya, sebuah mobil masuk ke jalur lambat dari jalur cepat. Mobil tersebut pindah jalur tanpa memperhatikan lalu lintas sekitarnya dan langsung memotong lintasan Fulan. Terkejut karena “tiba-tiba” ada kendaraan yang memotong lintasannya dari sebelah kanan, reaksi Fulan adalah melakukan manuver untuk menghindar. Dengan agak panik Fulan membelokan motornya ke kiri. Fulan bertambah panik ketika motor yang dia kendarai bukannya mengarah ke kiri tetapi malah mengarah ke kanan dan langsung menuju ke arah mobil tersebut. Tabrakan tidak bisa dihindari apalagi karena pada detik-detik terakhir, pengendara mobil menyadari ada kendaraan lain di belakangnya dan menginjak rem.

Keesokan harinya ketika teman-temannya menengok Fulan, yang untungnya tidak mengalami cedera yang parah, Fulan menceritakan kejadian tersebut dan mengungkapkan keheranannya. “Gua heran kok bisa nabrak. Padahal gue udah belokin motor ke kiri untuk menghindar. Tapi motor gue nggak mau belok ke kiri, dia malah mengarah arah kanan, langsung ke arah mobil itu. Gue yakin, di tempat itu ada jin yang ngebelokin motor gue ke arah kanan.” kata Fulan mengakhiri ceritanya. “Emang bener tuh, di situ sering terjadi kecelakaan, pasti ada penunggunya.” tambah satu orang teman Fulan yang diikuti dengan anggukan kepala teman-teman Fulan yang lain.

Dalam skenario di atas, ada beberapa kesalahan yang dilakukan Fulan yakni tidak waspada (Fulan tidak menjaga Jarak Pandang dan tidak bersiap melakukan pengeraman mendadak) dan, yang fatal, tidak memahami mekanisme belok sepeda motor.

Tulisan ini akan bicara tentang mekanisme belok sepeda motor. Yang lain, yakni soal Jarak Pandang dan Rem akan dibahas di lain kesempatan, sedangkan masalah Jin penunggu akan dibahas oleh tim Dunia Lain

MEKANISME BELOK SEPEDA MOTOR

Mekanisme belok (mengubah arah) sepeda motor sangat berbeda dengan mekanisme belok kendaraan lain, seperti mobil, misalnya.
Ketika mengendarai mobil dan ingin belok, yang perlu kita lakukan adalah memutar stir mobil ke arah mana kita akan belok. Kalau kita ingin belok kiri maka stir mobil kita putar ke arah kiri, sebaliknya kalau kita ingin belok kanan maka stir kita putar ke arah kanan. Memutar stir akan membuat roda depan mobil berubah arah dari semula lurus menjadi ke arah kiri atau kanan, tergantung ke arah mana stir kita putar. Perubahan arah roda depan pada gilirannya akan membuat mobil bergerak ke arah mana roda depan mengarah. Roda depan mengarah ke kiri maka mobil akan bergerak ke kiri, roda depan mengarah ke kanan, mobil bergerak ke kanan. Sangat sederhana. Mekanisme belok untuk sepeda motor juga sederhana, tetapi sangat berbeda.

Ketika mengendarai sepeda motor pada kecepatan rendah, sekitar 10 km/jam atau kurang, cara membelokan motor sama dengan mobil. Arahkan stang motor ke mana anda ingin menuju dan motor pun akan bergerak ke arah itu. TAPI, ini hanya berlaku di kecepatan rendah. Pada kecepatan di atas 10 km/jam, mengarahkan stang ke arah kiri akan membuat motor anda belok ke arah kanan, begitu juga sebaliknya.

Cara untuk membelokan motor ketika berjalan dengan kecepatan di atas 10 km/jam adalah dengan memindahkan Contact Patch ke arah kita ingin belok. Hanya dengan cara ini (memindahkan Contact Patch) motor bisa belok.

Contact Pach

Apa sih yang dimaksud dengan Contact Patch? Contact Patch (atau CP) adalah bagian dari ban motor yang menyentuh permukaan jalan atau tanah. Ketika motor berjalan lurus, bagian dari ban motor yang menyentuh permukaan ada di sebelah bawah ban di bagian tengah ban.

Contact Patch di jalan yang permukaannya rata. Posisi CP tepat di dasar ban.
CP ini posisinya berubah-ubah, bisa maju dan bisa pula mundur, tergantung permukaan jalan. Misalnya di jalan yang ada polisi tidurnya, ketika pertama kali ban menyentuh polisi tidur, CP pindah ke depan. Ketika ban tepat di atas polisi tidur, CP kembali ke tengah dan ketika ban turun dari polisi tidur, CP pindah ke belakang, untuk kemudian ketika permukaan jalan kembali rata, CP kembali ke tengah.

Di polisi tidur, Posisi CP pindah ke depan <BR
Selama CP ini ada di bagian tengah ban, motor akan berjalan lurus. Meskipun CP ada di depan atau belakang. Dengan kata lain kalau kita ingin membuat motor tidak berjalan lurus atau ingin membelokan motor, maka yang harus kita lakukan adalah memindahkan CP dari bagian tengah ban ke bagian lain, yang sama dengan arah belok yang kita inginkan.

Sebelum bicara tentang cara memindahkan CP, ada baiknya kita bahas lebih dahulu mekanisme belok mobil sepeda motor. Terutama untuk menjawab pertanyaan: kenapa kalau mobil cara beloknya dengan mengarahkan ban depan ke arah mana kita kan menuju, sedangkan untuk sepeda motor caranya berbeda?

Untuk memudahkan pembahasan dan pemahaman saya akan gunakan bahasa yang sederhana tanpa jargon-jargon teknis … karena kalau terlalu teknis, saya akan bingung sendiri hehehe.

Gambar di atas adalah gambar tabung atau silinder. Tabung/silinder ini merepresentasikan dua ban depan mobil, karena pada dasarnya kedua ban depan (dan belakang) mobil kalau dihubungkan akan membentuk tabung.

Apabila bagian tengah tabung diberi daya dorong maka tabung akan bergerak lurus. Begitu juga apabila sisi kiri dan kanan tabung diberi daya dorong yang sama besarnya, maka tabung akan bergerak lurus. Untuk membelokan tabung, kita bisa lakukan dengan dua cara:
1. Tergantung ke arah mana kita akan belok, satu sisi tabung (A) diberi daya dorong yang lebih besar daripada sisi satunya (B). Membelokan tabung bisa juga dilakukan dengan memberi daya dorong pada satu sisi (A), sedang sisi lainnya (B) sama sekali tidak diberi daya dorong. Jika ini dilakukan maka, maka tabung akan belok ke arah yang daya dorongnya lebih kecil atau tidak ada, dalam contoh di atas, belok ke arah B (kanan). Mekanisme belok seperti ini bisa dilihat pada kendaran seperti tank. Kalau anda nonton film perang, coba perhatikan bagaimana cara tank belok.
2. Cara kedua adalah dengan mengubah arah tabung. Arahkan tabung ke mana kita akan menuju, beri daya dorong, dan tabung akan bergerak ke arah tersebut. Contoh paling gampang adalah mekanisme belok mobil.

Oke, itu kan mobil dan tank, kalau sepeda motor gimana? Cara belok sepeda motor sangat berbeda dengan mobil apalagi tank



Thank to Forum Miles

_________________
YMIC 012
Shiftless Bastard 051


http://fellowequality.com/pages/index.php?refid=sumada

kus
Admin

Jumlah posting : 143
Registration date : 05.01.09

http://ymic.forumotion.net

Kembali Ke Atas Go down

COUNTER STEERING (Mekanisme Belok Sepeda Motor) - Lanjutan

Post by kus on Tue 13 Jan - 15:34:57

Untuk Belok, CP Harus Pindah
Ketika berjalan lurus (atau berjalan pelan), ban sepeda motor bisa disamakan dengan tabung. Tetapi ketika berjalan dengan kecepatan di atas kecepatan tertentu atau ketika belok, ban sepeda motor tidak lagi bekerja seperti tabung, dan cara beloknya tidak mengikuti cara belok tabung.

Cara belok sepeda motor mengikuti prinsip yang berbeda. Di kecepatan rendah, membelokan sepeda motor bisa dilakukan dengan cara mengarahkan ban depan (atau stang motor) ke arah mana kita ingin belok. Tapi cara ini tidak bisa dilakukan di kecepetan di atas 10 km/jam. Syarat untuk bisa belok dengan mengarahkan ban depan adalah posisi ban harus tegak lurus terhadap permukaan jalan, atau sumbu roda harus paralel dengan permukaan jalan.

Ketika kita berjalan dengan kecepatan di atas 10km/jam, untuk membelokan sepeda motor tidak bisa kita lakukan dengan mengarahkan ban depan seperti kalau berjalan pelan. Untuk belok kita harus memindahkan CP (Contact Patch, kalau lupa) dari bagian tengah ban ke bagian luar ban, sesuai dengan arah mana kita akan belok.

Jadi secara sederhana, untuk belok kiri CP dipindahkan ke kiri, dan untuk belok kanan CP dipindahkan ke kanan. Pertanyaan yang biasanya timbul adalah, kenapa CP-nya harus dipindahkan?

Untuk menggambarkan kenapa CP harus dipindahkan lihat gambar-gambar berikut:

Gambar A di atas adalah gambar ban, dan di sebelah kirinya, gambar B, adalah gambar kerucut yang merepresentasikan ban sepeda motor. Memang, ban sepeda motor tidak berbentuk kerucut, tapi untuk menjelaskan mekanisme beloknya coba bayangkan ban sepeda motor sebagai sebuah kerucut.

Gambar A adalah gambar dari ban sepeda motor ketika berjalan lurus. CP berada tepat di bagian tengah ban dan posisi ban tegak lurus terhadap permukaan jalan, sumbu ban paralel dengan permukaan jalan. Dengan posisi CP tepat di tengah, ban akan bergerak lurus kalau didorong.

Gambar B merepresentasikan ban dalam bentuk kerucut. Coba perhatikan, alas kerucut tegak lurus terhadap permukaan jalan. Kalau kerucut seperti ini anda dorong, maka kerucut akan bergerak lurus. Sebenarnya, pada keadaan tegak lurus, ban sepeda motor bisa dikatakan seperti tabung, namun untuk memudahkan penjelasan, saya memakai kerucut.

Gambar di atas, memperlihatkan kondisi yang berbeda.
Gambar C adalah gambar dari ban sepeda motor yang sedang miring. CP tidak lagi berada di bagian tengah ban seperti pada gambar A, tetapi sudah pindah ke sebelah kanan ban. Karena CP ada di sebelah kanan, maka ban (dan juga sepeda motor) akan berbelok ke arah kanan.

Mekanisme beloknya bisa dilihat pada gambar D. Gambar D adalah kerucut yang ditidurkan atau digeletakkan di atas “sisi” kerucut. Kalau kerucut D ini kita dorong, maka kerucut tidak akan bergerak lurus, tetapi kerucut akan berputar. Arah putarannya adalah sesuai dengan posisi dimana puncak kerucut berada, karena puncak kerucut ini menjadi sumbu rotasi kerucut. Jadi, kalau puncak kerucut terletak di sebelah kanan, maka kerucut akan berputar ke kanan dan sebaliknya (seperti pada gambar di atas), sedangkan kalau puncak kerucut terletak atau diletakkan di sebelah kiri maka kerucut akan berputar ke kiri.

Ketika sepeda motor belok, ban sepeda motor bekerja seperti kerucut D. “Sisi” kerucutnya adalah CP ban sepeda motor. Ketika CP ban sepeda motor pindah dari bagian tengah ke sisi kanan ban, maka ban sepeda motor menjadi seperti kerucut dengan puncak kerucut di sebelah kanan. Itu sebabnya kenapa kalau ingin membelokan sepeda motor kita harus memindahkan CP ban ke arah mana kita ingin belok. Semakin tajam sudut kemiringan ban (sepeda motor), semakin tajam radius putarannya.

Itu penjelasan kenapa untuk belok CP ban harus dipindahkan. Mudah-mudahan cukup menjelaskan mengenai mekanisme belok sepeda motor.

Memindahkan Contact Patch

Setelah kita tahu mekanisme belok sepeda motor, dan kenapa untuk belok CP harus pindah ke sisi mana kita ingin belok, kita bisa bicara tentang bagaimana caranya memindahkan CP. Bagaimana cara memindahkan CP ini bisa kita bagi menjadi dua: Body English dan Counter Steer. Akhirnya sampai juga

BODY ENGLISH

Teknik ini mempergunakan berat badan untuk memindahkan CP. Coba hal berikut:
Cari jalan yang lurus dan sepi, kemudian jalankan motor dengan kecepatan sedikitnya 30 km/jam. Setelah yakin bahwa lalu lintas sekitar sepi, pindahkan berat badan anda ke sebelah kiri atau kanan. Begitu berat badan anda pindah/bertumpu ke satu sisi, maka motor anda akan bergerak ke arah mana berat badan anda bertumpu atau anda pindahkan. Kalau berat badan anda pindahkan ke kiri motor akan belok ke kiri, sedangkan kalau berat badan anda pindah ke kanan maka motor akan bergerak ke kanan. Karena tahu mekanisme belok sepeda motor, saya yakin anda bisa menebak dengan benar kenapa hal ini bisa terjadi.

Jawaban anda tepat. Sepeda motor bergerak ke arah mana anda memindahkan berat badan karena CP dari ban motor anda pindah ke arah tersebut.

Ketika berjalan dengan kecepatan yang tidak terlalu pelan, apalagi di kecepatan tinggi, sepeda motor cenderung stabil. Sepeda motor stabil karena beban sepeda motor (berat badan pengendara dan juga berat sepeda motor itu sendiri) terbagi rata dan seimbang di kiri dan kanan, sehingga posisi ban tegak lurus terhadap permukaan jalan. Posisi ban yang tegak lurus berarti CP tepat berada di bagian tengah ban motor. CP di tengah, artinya motor akan berjalan lurus dan stabil.

Kalau kemudian kita pindahkan berat badan kita ke salah satu sisi, keseimbangan tadi menjadi terganggu. Misalnya, anda pindahkan berat badan ke arah kanan. Berat badan yang semula terbagi seimbang di sisi kiri dan kanan menjadi tidak seimbang. Sisi sebelah kanan motor menjadi lebih berat daripada sebelah kiri. Karena sisi sebelah kanan lebih berat, ban motor yang semula tegak lurus terhadap permukaan jalan, dan CP tepat berada di bagian tengah ban, menjadi condong ke arah kanan dan ban motor tidak lagi tegak lurus terhadap permukaan jalan. Sebagai akibatnya CP pindah, dari semula di bagian tengah menjadi ke sisi luar badan.

Pindahnya CP ini mengakibatkan sepeda motor belok ke arah mana CP berada.

Memindahkan berat badan ini bisa dilakukan dengan cara: menggeser duduk kita ke arah mana kita ingin belok; memindahkan tumpuan berat badan ke salah satu sisi motor dengan menginjak footstep; atau dengan cara “membuang” badan ke arah mana kita ingin belok. Kuncinya adalah memindahkan berat badan supaya motor miring.

Body English ini cukup efektif untuk belok, tetapi menurut hemat saya, kalau kecepatan pada saat belok agak tinggi (misalnya di atas 70 atau 80 km/jam), apalagi kalau motor yag kita pakai termasuk jenis cruiser atau touring bike dengan rake/trail yang panjang, hanya menggunakan Body English saja kurang efektif. Yang saya maksud dengan kurang efektif adalah radius belok kita tidak bisa setajam tikungan hehehe … dengan kata lain cenderung melebar.

Saya punya pengalaman dengan Body English ketika touring bersama GusSur. Di daerah Jonggol, saya sempat heran kenapa dengan kecepatan 70-80 km/jam, ketika belok saya selalu melebar, dan ini hanya terjadi ketika belok ke arah kiri. Belok ke kanan saya tidak punya masalah. Sewaktu berhenti untuk makan, saya sempat utarakan hal ini ke GusSur, saya bilang bahwa sepertinya saya udah karatan, karena lama nggak main ke Jonggol.

Setelah makan, perjalanan dilanjutkan dan sepanjang jalan, setiap kali nikung ke kiri saya perhatikan bagaimana teknik “nikung” saya. Akhirnya setelah sampai daerah Padalarang dan setelah melalui banyak tikungan, baru saya temukan penyebabnya. Ternyata penyebabnya adalah karena ketika belok ke kiri, saya lebih banyak mengunakan Body English untuk steering input. Setelah menyadari hal ini, saya ganti teknik dengan melakukan counter steering, dan hasilnya … ketika belok saya tidak lagi melebar.

COUNTER STEERING

Reaksi yang sering saya hadapi kalau bicara tentang, atau menyinggung, counter steering adalah ketidak percayaan. Ini cukup sering saya temui, baik di kalangan pengendara sepeda motor maupun yang bukan pengendara sepeda motor.

Reaksi semacam ini sangat wajar, karena counter steer terasa dan kelihatan tidak alami serta bertentangan dengan mekanisme belok yang umumnya diketahui orang, yakni mengarahkan ban ke arah mana kita akan belok seperti kalau membelokan mobil atau tabung. Rasa tidak percaya ini baru hilang setelah mereka mencoba sendiri melakukan counter-steer.

Apa sih counter steering itu? Counter steering (CS) secara harfiah berarti stir ke arah berlawanan, dalam hal ini arah yang berlawanan dengan arah ke mana kita akan menuju. Kalau dipanjangkan, CS bisa diartikan sebagai cara belok sepeda motor dengan cara mengarahkan stang ke arah yang berlawanan dengan arah mana kita akan belok.

Jadi dengan CS, kalau kita ingin belok ke kiri stang sepeda motor kita arahkan ke kanan. Kalau kita mau belok kanan, stang motor kita arahkan ke kiri. CS ini terdengar sangat tidak alami dan tidak sesuai dengan “pengetahuan umum” karena itu umumnya orang tidak percaya. Kenapa orang sulit percaya (dan juga supaya percaya) coba lakukan percobaan-percobaan berikut.

Percobaan 1 & 2 Dalam keadaan mesin motor tidak dihidupkan, coba duduk di atas motor dan tegakkan motor anda. Setelah motor tegak, pegang stang motor, luruskan stang dan kemudian dorong motor anda. Sepeda motor akan bergerak lurus ke depan. Ini percobaan yang pertama.

Setelah itu, lakukan percobaan kedua. Dalam posisi awal yg sama dengan percobaan pertama, coba arahkan stang motor ke kiri. Setelah stang mengarah ke kiri, dorong motor. Berani taruhan, motor pasti bergerak ke kiri, alias belok ke kiri. Kalau stang motor kita arahkan ke kanan, niscaya motor akan bergerak (belok) ke kanan.

Percobaan kedua ini (menurut saya) yang membuat orang pada awalnya tidak percaya pada CS, karena memang CS terasa tidak alami dan tidak sesuai dengan pengalaman. Kalau kita berhenti di Percobaan ke 2 ini, kemungkinan besar yang “nempel” di kepala kita adalah: untuk belok arahkan ban ke arah mana kita ingin belok. Supaya bukan ini yang nempel, lakukan percobaan yang ketiga.

Percobaan 3

Cari jalan yang sepi dan agak lebar, kalau bisa jalan yang lurus. Sesampai di sana, kendarai sepeda motor anda sampai mencapai kecepatan 40 km/jam dan ambil posisi agak di tengah jalan. Ketika jarum speedo mencapai angka 40, dan setelah anda pastikan bahwa lalu lintas sepi serta tidak ada kendaran lain di sekitar anda, dorong stang kiri motor, sedikit saja dan perlahan-lahan.

Jangan heran kalau begitu stang motor kita dorong ke kiri, maka motor akan bergerak ke kiri. Sekarang coba lagi lakukan hal yang sama, tapi kali ini dorong stang kanan, maka motor akan bergerak ke arah kanan.

Percobaan ketiga ini menunjukkan apa yang kita sebut Counter steering, yakni “stir” ke arah yang berlawanan dengan arah yang ingin kita tuju.

Supaya lebih gampang mengingat: Dorong stang kiri untuk belok kiri, dan dorong stang kanan untuk belok kanan.

Latihan

CS kelihatannya (dan kedengarannya) membingungkan, tidak seperti Body english yang mudah dipahami. Tapi kalau kita pikirkan, sebenarnya sama sekali tidak membingungkan.
Mekanisme Belok, sudah kita bahas bahwa untuk membelokan sepeda motor di kecepatan tertentu, kita harus memindahkan Contact Patch (CP) ke arah mana kita ingin belok. Ingat pembahasan dan gambar tentang Kerucut? Ketika CP pindah ke bagian luar ban, maka ban beroperasi seperti kerucut.
Cara memindahkan CP dari bagian tengah ban ke bagian luar (kiri atau kanan) bisa dilakukan dengan cara:

1. memiringkan ban depan (dan ban belakang pada saat bersamaan) ke arah mana kita ingin menuju, seperti pada Body english, ATAU
2. dengan cara memindahkan CP pada ban depan saja (ban belakang akan mengikuti ban depan) yakni dengan mengarahkan ban depan ke arah yang berlawanan dengan arah yang kita tuju. Penjelasan tentang kenapa dengan mengarahkan ban ke satu arah akan memindahkan CP ke arah yang berlawanan bisa dicari dalam penjelasan tentang prinsip kerja gyroscope. Saya tidak akan bicarakan itu, karena ribet
Jadi, prinsip dasar yang perlu diingat dan dipahami adalah: sepeda motor belok karena CP pindah. Body english atau Counter steering hanyalah alat untuk memindahkan CP.
Memahami prinsip ini perlu, yang juga perlu adalah menguasai teknik atau cara untuk menerapkan prinsip ini. Kita bisa bicara tentang CP, Body English atau Counter steering sampai berbusa-busa, tapi pada akhirnya kita harus menguasai tekniknya. Teknik ini harus menjadi bagian dari kita dan harus menjadi refleks.
Cara untuk menjadikan CS sebagai refleks adalah dengan berlatih. Cara melatihnya adalah dengan sering melintasi jalan yang banyak tikungannya. Jalan yang menjadi favorit saya dan teman-teman Miles Bikers adalah jalan di daerah Jonggol. Banyak sekali tikungan di sana yang bisa kita pakai untuk melatih counter steering.
Kalau misalnya sulit bagi anda untuk pergi ke Jonggol, satu cara yang saya anjurkan untuk melatih counter seering adalah untuk selalu dengan sadar menggunakan counter steering ketika belok. Setiap kali ketemu tikungan dan harus belok, ingatkan diri kita untuk belok dengan counter steering. Lakukan ini setiap kali kita mengendaarai sepeda motor. Dengan terus menerus melakukan ini, maka CS akan menjadi bagian diri kita dan menjadi refleks anda ketika menghadapi keadaan yang tak terduga.
Setiap kali mengendarai motor, biasanya saya lakukan ketika baru berangkat dalam jarak beberapa puluh meter dari rumah, saya membiasakan diri untuk (secara sadar) menggerakkan stang ke kiri dan ke kanan dan merasakan efek dari Counter Steering. Tujuannya supaya saya ingat sama Counter Steering.
Bayangkan kalau kita menghadapi keadaan yang sama dengan yang dihadapi Fulan di bagian awal tulisan ini. Kalau kita tidak memahami mekanisme belok dan tidak menguasai counter steering, besar kemungkinan reaksi pertama kita ketika melihat ada kendaraan lain memotong jalan dari sebelah kanan adalah mengarahkan stang sepeda motor ke arah kiri. Reaksi yang normal (meskipun salah), karena kita mengira dengan mengarahkan stang ke kiri maka motor akan bergerak/belok ke kiri. Padahal kenyataannya tidak demikian.
Fulan tidak bisa menghindar dari mobil yang memotong jalannya karena Fulan melakukan kesalahan tersebut. Fulan tidak tahu sama sekali tentang counter steering. Tidak pernah dengar istilah ini dan karenanya tidak pernah melatih teknik ini. Karena itu ketika ada mobil yang memotong dari sebelah kanan, dia membelokkan stang ke arah kiri yang akibatnya justru membuat motornya bergerak/belok ke arah kanan, ke arah mobil tadi.
Mungkin akan ada pertanyaan yang timbul: Mana yang lebih efektif untuk belok, Body English atau Counter-Steering?
Pengalaman saya pribadi menunjukan bahwa Counter steering lebih efektif daripada Body English untuk belok.
Untuk sepeda motor yang tidak terlalu berat (di bawah 100 kg) mungkin Body english bisa diandalkan. TAPI untuk sepeda motor yang berukuran besar, dengan berat lebih dari 250 kg, dampak body english tidak terlalu besar, bahkan mungkin sangat kecil. Untuk sepda motor yang berat, saya sangat anjurkan untuk memakai Counter steering ketika belok. Anda bisa belok dengan lebih tajam dan bisa lebih menikmati sepeda motor anda.


Thanks to Forum Miles

_________________
YMIC 012
Shiftless Bastard 051


http://fellowequality.com/pages/index.php?refid=sumada

kus
Admin

Jumlah posting : 143
Registration date : 05.01.09

http://ymic.forumotion.net

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik