Komparasi Karburator Venturi 26 mm

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Komparasi Karburator Venturi 26 mm

Post by toananto on Mon 20 Apr - 17:25:48

Selasa, 07/04/09 07:35
Komparasi Karburator Venturi 26 mm

OTOMOTIFNET - Dalam urusan upgrade performa besutan, banyak hal bisa dilakukan. Mulai kilik ruang bakar, ganti CDI racing, pasang knalpot aftermarket sampai mengupgrade part pengabutan.

“Untuk upgrade part pengabutan, biasanya yang dilakukan adalah mengganti karburator standar dengan yang venturinya lebih besar. Contoh bila standar bawaan motor pakai karbu berventuri 24, maka penggantinya bisa pakai yang ukuran 26,” terang Suar, salah satu mekanik tim balap BRT.

Nah untuk mengganti karbu, konsumen dihadapkan pada 2 pilihan. Pertama pakai tipe vakum dan berikutnya adalah karbu yang skepnya langsung ditarik kabel gas (non vakum). Pasti jadi bingung deh memilihnya. Tenang, agar enggak bingung Tim OTOMOTIF coba mengomparasikan ke-2 tipe karbu tersebut.

Alat tesnya, skutik Honda BeAT yang punya karbu vakum berventuri 24. Untuk upgrade, dipilih karbu berventuri 26 punya Suzuki Satria FU (vakum) dan Yamaha RX-King (non vakum).

Metode pengetesan, karburator dipasang secara bergantian pada alat tes dan kemudian diukur pakai dynometer milik Bintang Racing Tim (BRT) di Cibinong, Jabar. Oh ya, saat pakai karbu standar power BeAT nangkring di angka 6,38 dk/7.510 rpm dan torsinya 7,11 Nm/6.100 rpm. Mau tau bila ganti karbu? Simak yang berikut.
Suzuki Satria FU 150

Enggak haram kok dari karbu vakum 24 mm punya BeAT, diupgrade jadi 26 mm tetap vakum punya Satria FU. Namun, tetap saja penggantian ini ada konsekuensi yang bakal dihadapi. “Nyettingnya lumayan rumit. Karena banyak item yang mesti disesuaikan,” bilang Suar.

Buktinya meski berhasil mengombinasi ukuran spuyer yang pas, yakni main jet pakai punya BeAT ukuran 105 (aslinya FU 115) dan pilot jet naik dari 17,5 (standar FU) jadi 22,5, performa yang dihasilkan (diukur lewat dynometer) masih di bawah standarnya BeAT (lihat hasil dyno). “Putaran mesin agak lama teriaknya. Efek yang akan ditimbulkan, buat mencapai top speed jadi lebih lama,” analisa Suar.
Yamaha RX King (VM26)

Dengan pakai main jet ukuran 100 (standar BeAT 105), pilot jet 22,5 dan klip jarum skep ada pada posisi ulir nomor 2 dari atas, ternyata bisa membuat tenaga BeAT mengalami peningkatan jadi 6,81 dk/8.400 rpm (lebih besar 0,47 dk dibanding pakai karbu standar). Semetara torsinya bisa didongkrak menuju angka 7,18 Nm/6.100 rpm.

“Aplikasi karbu RX-King, membuat BeAT galak di putaran atas dan mulai terasanya saat mesin ada pada 7.000 rpm. Namun putaran bawahnya jadi sedikit lelet,” ungkap Suar.

Sebelum ketemu setingan yang boleh dibilang pas, juga dicobakan pakai main jet 130 dan pilot jet 22,5, hasilnya motor jadi kaya bensin dan mengeluarkan asap hitam. Hasil grafik dynonya tentu jadi enggak sesuai harapan.
Kesimpulan

Melakukan upgrade karbu (vakum atau non vakum) dengan ukuran yang lebih besar, ternyata tak semudah membalikkan tangan. Mesti lebih teliti untuk jajal banyak ukuran main dan pilot jet.

Treatment pada masing-masing karbu enggak jauh beda, sama-sama menurunkan ukuran main jet dan sedikit menaikkan pilot jet. Khusus pengaplikasian karbu punya FU, per yang keras membuat skep bergerak lambat. Maklum mesin FU kan 150 cc, jadi tingkat kevakumannya berbeda dari mesin BeAT. Solusinya, ganti per diafraghma dengan yang lebih lembut tekanannya.

sumber : www.otomotifnet.com

toananto

Male Jumlah posting: 43
Age: 42
Lokasi: kalimalang-jaktim
Job/hobbies: nggambar
Registration date: 08.01.09

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik